Sunday, December 11, 2016

Wirausaha Budidaya Jamur Tiram

Belajar Bersama Tentang Bagaimana Cara Mengawali Wirausaha Budidaya Jamur Tiram


Berikut ini adalah cara-cara mudah dan cukup sederhana yang wajib Anda ketahui sebelum Anda memulai ataupun menjalankan wirausaha di bidang budidaya jamur tiram! tentunya untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dalam bisnis budidaya jamur tiram hendaknya kita memang harus mengetahui step by step dalam cara mengelolanya (jamur tiram)!. Usaha budidaya jamur tiram rupanya sedang menjadi primadona untuk saat ini,hampir di setiap daerah ada saja orang yang menjalankan usaha yang memang cukup menguntungkan ini. Di antara sekian banyaknya jenis jamur yang ada di Indonesia,mungkin jamur tiramlah yang memang menjadi pilihan paling tepat dan paling banyak di minati oleh para pengusaha budidaya jamur,dan pastinya paling aman untuk di konsumsi.
Kenapa usaha budidaya jamur di sebut usaha yang begitu menguntungkan dan berprosfek sangat cerah? karena sekarang ini sudah begitu banyak sekali makanan atau jajanan yang di buat dengan bahan dasar jamur! Anda pastinya tahu sendiri,baik di kota bahkan di desapun sudah banyak sekali para pedagang baik pedagang kecil maupun besar yang menjajakan aneka macam jajanan yang terbuat dari bahan dasar jamur,seperti jamur crispy contohnya. Selain dari itu,banyak pula restaurant-restaurant ataupun rumah-rumah makan yang menyediakan menu-menu lezat yang juga terbuat dari bahan dasar jamur. Jadi tedaklah mengherankan jika usaha yang satu ini menjadi salah satu usaha yang cukup menguntungkan dan memiliki prosfek yang cerah kedepannya. Baiklah,berikut ini adalah step by step proses pembudidayaan jamur tiram!

Proses Awal Memulai Budidaya Jamur Tiram
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah,kita harus mengenali atau mengetahui terlebih dahulu berbagai jenis jamur tiram yang dapat dibudidayakan! dan berikut ini adalah jenis-jenis jamur tiram yang bisa di budidayakan:
  1. P. Cystidious: dengan ciri-ciri berwarna putih kemerah-merahan
  2. P. Citrinopileatus: dengan ciri-ciri berwarna kuning keemasan
  3. P. Jamoer: dengan ciri-ciri berwarna ungu kemerahan
  4. P. Eryngii: dengan ciri-ciri berwarna kebiru-biruan
  5. P. Euosmus: dengan ciri-ciri berwarna kecoklatan
  6. P. Flabellatus: dengan ciri-ciri berwarna merah jambu
  7. P. Pulmonarius: dengan ciri-ciri berwarna putih keabuan
  8. P. Ostreatus: dengan ciri-ciri berwarna putih kekuningan
  9. P. Sajor-caju: dengan ciri-ciri berwarna kelabu
  10. Pleurotus floridae: dengan ciri-ciri berwarna putih bersih
Memilih Bibit Jamur Tiram Yang Berkualitas
Meskipun budidaya jamur tiram boleh di katakan relatif mudah,namun hendaknya kita harus cermat dan lebih selektif dalam memilih bibit yang berkualitas! untuk bisa menghasilkan hasil yang lebih maksimal dan memuaskan. Tips untuk menghindari bibit yang tidak berkualitas ada dua cara yang bisa kita lakukan,yaitu dengan cara membuat bibit sendiri dengan membibitkan bibit murni dan mendapatkan bibit F1,berikutnya adalah dengan membeli bibit yang berkualitas ke para petani jamur yang sudah sangat terpercaya.

Artikel lain >>> Wirausaha Budidaya Ikan Lele

Tips Memilih Bibit Jamur Tiram Berkualitas
  • Carilah informasi terlebih dahulu pada para petani jamur yang sudah terbukti berhasil.
  • Pilihlah bibit yang memang sudah teruji,cara mengetahuinya dari nilai BER (Biological Ratio) jamur. Untuk jamur tiram nilai BER nya 75%.
  • Membeli bibit dari instansi-instansi ternama yang sudah memiliki sertifikasi dan di legalkan oleh pemerintah.
  • Periksa tanggal pembuatan atau tanggal kadaluarsanya.
  • Miselium berwarna putih telah tumbuh penuh dan merata,bila tidak merata di khawatirkan pada bagian yang tidak di tumbuhi miselium akan mudah terkontaminasi.
Media Tanam Untuk Jamur Tiram
Untuk media tanam yang biasa di gunakan untuk jamur tiram adalah terdiri dari beberapa bagian yang di kombinasikan menjadi satu,berikut ini bahan-bahannya:
  1. Serbuk gergaji kayu sebanyak 80%
  2. Bekatul sebanyak 10-15%
  3. Kapur CaCo3 sebanyak 3%
  4. Air sebanyak 50-60%
Proses Pembuatannya
Untuk membuat 100kg media jamur tiram membutuhkan 80kg serbuk gergaji kayu,15kg bekatul,dan 3kg kapur. Semua bahan tersebut di campurkan dan di aduk-aduk sampai benar-benar rata,lalu tambahkan air sebanyak 60%. Untuk bisa mengetahui bahwa media sudah tercampur dengan baik caranya dengan mengetesnya,caranya dengan di gemgam dan jika tidak keluar air atau jika di lepas tidak pecah maka media tersebut sudah tercampur dengan baik. Ukuran di atas tadi cukup untuk 100 baglog.

Proses Permentasi Jamur Tiram
Proses permentasi pada budidaya jamur tiram tentunya wajib untuk di lakukan sebelum media di tanami jamur! dengan cara diamkan terlebih dahulu selama 7-10 hari proses permentasi atau di sesuaikan dengan kondisi lahan. Proses permentasi bertujuan untuk terjadinya proses pelapukan/pengomposan pada media tersebut. Selama proses permentasi,suhu media akan meningkat hingga mencapai 70 derajat celcius,dan selama itu pula di lakukan pembalikan media setiap harinya supaya proses pelapukan bisa merata pada semua bagian media. Selain mempercepat pelapukan,proses permentasi juga bertujuan untuk mematikan jamur liar yang bisa mengganggu/menghambat pada proses pertumbuhan jamur tiram. Ciri media yang sudah siap untuk di gunakan adalah memiliki warna coklat atau agak kehitam-hitaman.

Sterilisasi Media Tanam
Media tanam yang telah melewati proses permentasi lalu di masukkan ke dalam kantong plastik jenis polipropilen,kemudian di padatkan hingga berbentuk seperti botol (baglog). Selanjutnya pada bagian atas plastik (leher kantong plastik) di pasang ring,lalu di sumbat menggunakan kapas,kemudian di pasang penutup baglog agar air tidak masuk ke dalam kantong pada saat proses pengukuran.

Setelah baglog siap,proses sterilisasi dapat di lakukan dengan cara mengukusnya,wadah pengukus yang paling sederhana di gunakan adalah drum,satu drum bisa terisi sampai 60 baglog. Prinsip kerja sterilisasi adalah memanfaatkan panas uap air pada suhu 110 derajat dalam kurun waktu 9-10 jam. Ketika suhu pengukusan telah mencapai 100 derajat,pertahankan selama -/+ 5 jam! selanjutnya wadah pengukus di buka dan di diamkan selama 5 jam agar suhu media tanam dalam baglog kembali normal.

Inokulasi
Baglog yang sudah di sterilisasi sebaiknya di pindahkan ke tempat inokulasi dan di diamkan selama 24 jam,tujuannya adalah untuk mengembalikannya ke suhu normal. Ruangan inokulasi harus dalam keadaan steril dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Hal ini penting untuk meminimalisir tercemarnya baglog dari spora pathogen atau bakteri. Berikut ini adalah  tahap-tahap pengisian  bibit ke dalam baglog:

  1. Ambil botol bibit F3,lalu semprotkan alkohol ke botol tersebut,panaskan mulut botol di atas api spertus hingga sebagian kapas terbakar,kemudian matikan api yang membakar kapas tersebut.
  2. Setelah kapas penyumbat botol bibit di buka,lalu di aduk-aduk menggunakan kawat yang sudah di sterilkan di atas api.
  3. Masukkan bibit dari botol ke baglog hingga leher baglog penuh,lalu di tutup kembali dengan kapas. Setiap baglog di isi sekitar 10 gram bibit.
Inkubasi
Inkubasi atau pemeraman bertujuan agar bibit yang telah di inokulasi bisa segera di tumbuhi meselium. Untuk menunjang pertumbuhan miselium pada jamur tiram,hendaknya ruang inkubasi memiliki suhu sekitar 29 derajat,kelembaban 90-100%,cahaya 500-1000 lux,dan sirkulasi udara 1-2 jam. Setelah 20-30 hari masa inkubasi biasanya miselium sudah tumbuh hingga separuh bagian baglog. Apabila miselium sudah memenuhi baglog,tandanya baglog sudah siap untuk di pindahkan ke rumah kumbung untuk di budidayakan sampai ke proses pemanenan. Akan tetapi jika dalam jangka waktu satu bulan dari masa inkubasi baglog tidak di tumbuhi miselium,berarti proses inokulasi yang di lakukan tidak berhasil.

Proses Budidaya Di Rumah Kumbung
Bila baglog yang telah di pindahkan ke rumah kumbung telah di penuhi miselium,lakukanlah pelubangan pada ujung baglog! dengan menggunakan silet yang juga telah di sterilkan. Lubang tersebut nantinya akan menjadi tempat bertumbuhnya buah jamur tiram.

Bila bibit jamur tiram yang di beli adalah F4,kita tidak perlu lagi melakukan tahapan penyiapan media hingga masa inkubasi,karena bibit F4 pada baglog bisa langsung di tempatkan dalam rumah kumbung. Biasanya tubuh buah jamur akan terbentuk 1-2 bulan dari penempatan baglog ke rumah kumbung.

Demikianlah sedikit tips tentang cara-cara membudidaya jamur tiram,semoga bermanfaat untuk Anda pembaca artikel ini. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih banyak untuk Anda para pembaca sekalian,dan salam sukses selalu untuk semua!!!

No comments:

Post a Comment

Terima kasih banyak telah berkunjung dan membaca blog saya,silahkan tuliskan komentar Anda!